Tuesday, 19 September 2017

Interaksi Filter dengan Aliran Cairan Produk

Filter untuk sterilisasi seringkali digunakan dalam tahap manufaktur terakhir dari rangkaian proses pembuatan produk farmasi. Karena itu, efek filter terhadap produk akhir harus dievaluasi. Area pemeriksaan mencakup partikel, extractables dan leachables, kompatibilitas kimia, serta adsorpsi. Pengujian umumnya dilakukan dengan menggunakan cairan produk dan, dalam pengujian tertentu, menggunakan cairan pengganti.

Wednesday, 13 September 2017

Tipe dan Bahan Filter untuk Sterilisasi

Ada dua tipe filter, yakni tipe depth dan tipe membran (Levy dan Jornitz, 2006). Filter tipe depth tersusun dari bahan serabut tidak teranyam (non-woven), yang ditumpuk secara acak ke dalam matriks dan diikat satu sama lain dengan penekanan, pemanasan, pengeleman, atau cara pengikatan yang lain. Serabut tersebut bisa berbahan dasar polipropilena, poliamida, ester selulosa, gelas, dan logam. Pori terbentuk dari celah-celah antarserabut.

Monday, 11 September 2017

Indonesian Airways Bantu Perjuangan Burma

Oleh IWAN SANTOSA
Hubungan baik Republik Indonesia-Burma (kini Myanmar) sudah berakar panjang, terutama di masa-masa awal kemerdekaan kedua negara tahun 1949 dengan keberadaan maskapai Indonesian Airways di Burma. Cikal bakal maskapai Garuda Indonesia, yang di antaranya pernah membantu Pemerintah Union of Burma saat mengatasi berbagai pemberontakan waktu itu, menandai sejarah kedua negara tersebut.

Saturday, 2 September 2017

Saracen

Oleh TRIAS KUNCAHYONO
Banyak cerita tentang Saracen. Kisahnya begitu panjang, menembus zaman dan waktu. Ia adalah sebuah kisah tua. Cerita tentang Saracen ini bisa dilacak hingga abad ke-4.
Bahkan, ada sumber yang mengisahkan bahwa kata saracen sudah ditemukan dalam karya Claudius Ptolemaeus/Ptolemy (85-165), ahli geografi, astronom, dan matematikawan Hellenistik di Aleksandria. Kata saracen muncul dalam karya geografinya.
Ptolemy menjelaskan sebuah wilayah yang disebut Sarakene, terletak di Sinai bagian utara. Di wilayah itu, ada kota bernama Saraka, terletak di antara Mesir dan Palestina. Di wilayah tersebut, hidup orang-orang Saracen, Taeni, dan Arab.

Sunday, 27 August 2017

Desa Inspiratif: Nyalakan Rokokmu, Enyahlah Kau...

Desa Guaeria di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, adalah tempat di mana api rokok takkan pernah bisa menyala. Sebuah pulau yang penduduknya takkan pernah mengizinkan asap rokok melayang-layang di ruang udara mereka.
Ungkapan itu berlaku secara harfiah. Artinya, jika ada orang yang ingin mengisap rokok, yang bersangkutan mesti melakukannya di luar wilayah pulau itu. Entah harus buru-buru menuju kapal di perairan luar pulau itu ataupun segera berlayar menuju pulau terdekat.

Cureng, Pesawat Militer Pertama RI

Oleh IWAN SANTOSA
Republik Indonesia yang baru berdiri tanggal 17 Agustus 1945 berusaha membangun kemandirian di semua lini, termasuk bidang dirgantara. Para pemuda pejuang di Yogyakarta pada Oktober 1945 menguasai Pangkalan Udara Maguwo (kini Lanud Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Adisutjipto) dan berhasil menguasai 50 pesawat latih lanjut Chukan Renssuki atau Churen yang dalam pelafalan Indonesia disebut Cureng. Orang Jepang menjulukinya Aka Tombo atau Capung Merah karena warna oranye yang khas dimiliki Churen.

Sunday, 20 August 2017

Mahatma Gandhi

Oleh TRIAS KUNCAHYONO
Jumat sore, 30 Januari 1948. Saat itu, pukul 17.10. Dengan agak tertatih-tatih, didampingi kemenakan perempuan, Abha, dan cucu perempuan, Manu, karena baru saja mengakhiri mogok makan, Gandhi berjalan menuju lapangan rumput Birla House, tempat tinggalnya di New Delhi.

Friday, 18 August 2017

Jalan Berliku Pesawat N219

Langit biru dan hangatnya mentari pagi menyelimuti Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Rabu (16/8).
Ratusan karyawan PT Dirgantara Indonesia berdiri berjajar di depan Hanggar Fixed Wing dan tepi landas pacu. Wajah mereka bersemangat dan penuh kebahagian meski ada pula ketegangan.
N219.jpg
Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia dan Lapan terbang perdana di Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/8). Pesawat ini menjadi pembuktian bagi Indonesia karena seluruh pengerjaan N219, mulai dari rancang bangun, pengetesan, sertifikasi, hingga produksi, dilakukan anak bangsa, tanpa asistensi teknik dari bangsa asing. (Kompas/Rony Ariyanto Nugroho)

Uji Terbang Pesawat N219 Karya Anak Bangsa

Sunday, 13 August 2017

Awal Kedatangan Manusia di Nusantara

Oleh AHMAD ARIF
Berada di zona tropis yang dilimpahi kekayaan alam, Nusantara telah menarik manusia sejak zaman purba. Ahli genetik Inggris, Stephen Oppenheimer (1998), menyebutnya sebagai surga di timur yang telah dihuni manusia modern (”Homo sapiens”) jauh sebelum penghunian Eropa, apalagi Amerika. Namun, Nusantara juga menyimpan bencana alam katastropik yang mengubur jejak kehidupan.
situs goa lida ajer.jpg

Pu Luo Chung

Suatu ketika, di suatu masa, demikian menurut legenda, ada seorang lelaki bernama Sri Tri Buana atau Sang Nila Utama. Ia diceritakan sebagai putra pasangan Sang Sapurba dan Wan Sundaria, anak Demang Lebar Daun, penguasa Palembang pada masa itu. Sang Nila Utama menikahi seorang perempuan dari Bintan, Wan Sri Bini. Dan, tinggal di Bintan.
Pada suatu hari, ia berburu di sebuah pulau di lepas pantai Pulau Sumatera. Ia melihat seekor rusa. Rusa itu hendak dipanahnya, tetapi rusa telah lari sebelum panah dilepaskan. Sang Nila Utama mengejar rusa. Ia menaiki sebuah batu besar untuk mencari di mana gerangan rusa yang diburunya itu. Ketika Sang Nila Utama berdiri di atas batu besar, ia melihat ada pulau di seberang lautan. Pulau kecil itu berpantai bersih, putih, bagaikan selembar kain. Seorang pengawalnya mengatakan, pulau itu bernama Temasek.

Saturday, 29 July 2017

Publilius Syrus

Oleh TRIAS KUNCAHYONO
Ada sepotong kalimat bijak yang menarik untuk direnungkan: “Contideam natur qui semper timet”, yang secara bebas bisa diterjemahkan, “Yang setiap hari menuduh adalah yang selalu takut”.
Kalimat bijak itu, menurut cerita, diucapkan dan kemudian ditulis oleh Publilius Syrus (85-43 SM). Syrus bukanlah seorang filsuf, katakanlah para filsuf seperti Cicero (106-43 SM), Lucretius (94-55 SM), Seneca (4 SM-65 M), Musonius Rufus (30-100), Plutarch (45-120), Epictetus (55-135), Marcus Aurelius (121-180), Clement dari Aleksandria (150-215), Augustinus dari Hippo (354-430), dan masih banyak filsuf yang sangat tersohor.

Jalan Panjang Cari Kerabat Korban VT-CLA

Oleh IWAN SANTOSA
Peristiwa penembakan pesawat Dakota VT-CLA oleh Belanda pada 29 Juli 1947 tidak hanya melengkapi pengorbanan para perintis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Ignatius Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, dan Adi Soemarmo, tetapi juga memiliki sisi lain sejarah, yakni dukungan bangsa-bangsa asing bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Thursday, 13 July 2017

Sistem Pelet Multi-Unit (MUPS)

mups tablet.jpg
Konsep bentuk sediaan multi-unit pertama kali diperkenalkan di awal 1950an. Bentuk sediaan padat ini terdiri dari banyak partikel kecil atau pelet, yang masing-masing pelet memiliki karakteristik pelepasan yang diinginkan, dan semua pelet dalam unit sediaan secara bersama-sama membentuk profil pelepasan obat secara keseluruhan (Young et al, 2005). Kelebihan sistem multipartikulat ini dibandingkan sistem unit tunggal bentuk sediaan lepas terkendali antara lain:

Sunday, 9 July 2017

Gunung Toba Belum Mati

Oleh AHMAD ARIF
Danau Toba di Sumatera Utara telah diketahui terbentuk dari letusan gunung api raksasa. Letusan terakhirnya, pada 74.000 tahun lalu, merupakan yang terkuat di Bumi dalam 2 juta tahun terakhir. Letusan itu ternyata bukanlah aktivitas terakhir vulkanologi Toba.

Tuesday, 27 June 2017

Uji Integritas Filter

Uji integritas, yang tidak bersifat merusak kolom, ditujukan utamanya untuk memastikan kebenaran nilai ukuran pori filter, ketepatan pemasangan dalam housing-nya, dan tidak ada kerusakan akibat proses sterilisasi atau filtrasi. Selain itu, uji integritas juga ditujukan untuk menunjukkan kesamaan antara filter uji dengan filter yang telah tervalidasi dengan uji retensi bakteri di bawah kondisi terkait-proses. Uji retensi bakteri bersifat merusak filter sehingga tidak bisa digunakan untuk menguji filter yang akan digunakan dalam fitrasi produk. Dengan demikian, uji integritas sebagai pengganti harus memiliki korelasi dengan retensi bakteri.

Sunday, 25 June 2017

Serangga Selandia Baru Bangkit Dari Mati Beku - BBC Earth



Hemideina maori, weta batu gunung, dari Selandia Baru, merupakan serangga yang memiliki kemampuan hidup luar biasa dalam lingkungan yang membekukan. Kemampuan hidup setelah beku ini sama dengan katak kayu Alaska.

Parameter Proses Kritis Inspeksi Visual Injeksi

Inspeksi visual manual merupakan metode pembanding untuk metode pemeriksaan partikulat yang dijabarkan dalam farmakope. Inspeksi ini berupa melihat isi kemasan tertutup di bawah kondisi terkendali. Untuk mendapatkan hasil inspeksi yang dapat dipercaya dan memiliki keterulangan tinggi, kondisi berikut harus dikendalikan:
  • Pencahayaan
  • Kecepatan inspeksi
  • Kontras
  • Pergerakan sampel
  • Magnifikasi

Sunday, 4 June 2017

Cerita Arab-Yahudi dalam Perang 1967

Oleh MUSTHAFA ABD RAHMAN
Hari Senin besok, 5 Juni 2017, bangsa Arab memperingati 50 tahun sejarah paling kelam dalam catatan sejarah modern Arab. Sebaliknya, bangsa Yahudi memperingati hari itu sebagai peristiwa yang menjadi titik balik sejarah kejayaan mereka di Timur Tengah.
free-419459999800657480.jpg
Foto dokumentasi tertanggal 10 Juni 1967 memperlihatkan kegembiraan tentara Israel di Sinai, Mesir, selama Perang Enam Hari. Peristiwa 50 tahun silam itu meninggalkan dampak dan konflik di Timur Tengah hingga hari ini, termasuk berandil bagi tumbuhnya gerakan radikalisme di Arab.
Pada 5 Juni 1967, meletus perang antara Israel di satu pihak melawan Mesir, Suriah, dan Jordania di pihak lain. Perang ini berlangsung sangat singkat, yakni kurang dari satu pekan, dari 5 hingga 10 Juni 1967. Dalam berbagai buku sejarah, perang itu juga populer dengan nama Perang Enam Hari.
Namun, dampak perang tersebut sangat luar biasa bagi kedua bangsa, Arab dan Yahudi, yang dirasakan sampai hari ini. Bahkan, muncul gerakan radikalisasi di dunia Arab dan Islam selama 50 tahun terakhir ini juga akibat perang 5 Juni 1967 itu.

Saturday, 3 June 2017

Saat TNI Kembali Meraih Prestasi

Oleh EDNA C PATTISINA
Di atas kertas, persenjataan tentara Australian Defense Force lebih canggih dibandingkan dengan Tentara Nasional Indonesia. Namun, dalam pertempuran, kemenangan tidak hanya ditentukan kecanggihan senjata. Kemenangan prajurit TNI Angkatan Darat saat duel memperebutkan posisi petembak terbaik dalam Australian Army Skill at Arms Meeting 2017 menjadi pelajaran terbaik.

Saturday, 27 May 2017

STOVIA yang Melahirkan Kebangsaan

Oleh IWAN SANTOSA
STOVIA atau Sekolah Pendidikan Dokter Hindia merupakan lembaga pendidikan dokter yang tumbuh di awal 1900-an yang mampu melahirkan gagasan kebangsaan Indonesia. STOVIA lahir pada zaman politik etis, yakni utang budi bangsa Belanda kepada bangsa Indonesia. Politik etis ini mengangkat tiga tema, yaitu irigasi, migrasi, dan pendidikan.

Pastor Greg Soetomo Raih Gelar Doktor di UIN Syarif Hidayatullah

Oleh ALOYSIUS B KURNIAWAN
Tahun 2013, Prof Azyumardi Azra mendengar kabar mengejutkan. Seorang pastor Gereja Katolik meminta izin untuk kuliah di Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Kala itu, Azyumardi menjabat Direktur Pascasarjana.
pastur-gregorius-soetomo-sj-menerima-ucapan-selamat-dari-harry-tjan-silalahi_20170526_233111.jpg
Pastor Gregorius Soetomo SJ menerima ucapan selamat dari Harry Tjan Silalahi, salah satu Pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS) setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul Bahasa, Kekuasaan, Sejarah, Historiografi Islam Marshall GS Hodgson dalam Perspektif Kajian Poststrukturalisme Michel Foucault, di Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (24/5/2017). Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji, Soetomo dinyatakan lulus dengan predikat cum laude dan merupakan satu-satunya imam yang pernah meraih gelar doktor di UIN Jakarta. (Kompas/Aloysius Budi Kurniawan)
“Saya paling bahagia ketika mendengar kabar itu. Saya percaya bahwa saling menghormati dan menghargai akan terbanngun kalau perasaan saling curiga dihilangkan,” ujarnya, Rabu (24/5), di sela ujian promosi doktor Gregorius Soetomo SJ di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Soetomo tercatat sebagai pastor pertama yang meraih gelar doktor dari UIN Syarif Hidayatullah.

Friday, 26 May 2017

Menolak Ide Khilafah

Oleh MOH MAHFUD MD
Buktikan bahwa sistem politik dan ketatanegaraan Islam itu tidak ada. Islam itu lengkap dan sempurna, semua diatur di dalamnya, termasuk khilafah sebagai sistem pemerintahan”. Pernyataan dengan nada agak marah itu diberondongkan kepada saya oleh seorang aktivis ormas Islam asal Blitar saat saya mengisi halaqah di dalam pertemuan Muhammadiyah se-Jawa Timur ketika saya masih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.
Saat itu, teman saya, Prof Zainuri yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, mengundang saya untuk menjadi narasumber dalam forum tersebut dan saya diminta berbicara seputar ”Konstitusi bagi Umat Islam Indonesia”.
Pada saat itu saya mengatakan, umat Islam Indonesia harus menerima sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sistem negara Pancasila yang berbasis pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika, sudah kompatibel dengan realitas keberagaman dari bangsa Indonesia.
Saya mengatakan pula, di dalam sumber primer ajaran Islam, Al Quran dan Sunah Nabi Muhammad SAW, tidak ada ajaran sistem politik, ketatanegaraan, dan pemerintahan yang baku. Di dalam Islam memang ada ajaran hidup bernegara dan istilah khilafah, tetapi sistem dan strukturisasinya tidak diatur di dalam Al Quran dan Sunah, melainkan diserahkan kepada kaum Muslimin sesuai dengan tuntutan tempat dan zaman.
Sistem negara Pancasila
Khilafah sebagai sistem pemerintahan adalah ciptaan manusia yang isinya bisa bermacam-macam dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Di dalam Islam tidak ada sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang baku.
Umat Islam Indonesia boleh mempunyai sistem pemerintahan sesuai dengan kebutuhan dan realitas masyarakat Indonesia sendiri. Para ulama yang ikut mendirikan dan membangun Indonesia menyatakan, negara Pancasila merupakan pilihan final dan tidak bertentangan dengan syariah sehingga harus diterima sebagai mietsaaqon ghaliedzaa atau kesepakatan luhur bangsa.
Penjelasan saya yang seperti itulah yang memicu pernyataan aktivis ormas Islam dari Blitar itu dengan meminta saya untuk bertanggung jawab dan membuktikan bahwa di dalam sumber primer Islam tidak ada sistem politik dan ketatanegaraan. Atas pernyataannya itu, saya mengajukan pernyataan balik. Saya tak perlu membuktikan apa-apa bahwa sistem pemerintahan Islam seperti khilafah itu tidak ada yang baku karena memang tidak ada.
Justru yang harus membuktikan adalah orang yang mengatakan, ada sistem ketatanegaraan atau sistem politik yang baku dalam Islam. ”Kalau Saudara mengatakan bahwa ada sistem baku di dalam Islam, coba sekarang Saudara buktikan, bagaimana sistemnya dan di mana itu adanya,” kata saya.
Ternyata dia tidak bisa menunjuk bagaimana sistem khilafah yang baku itu. Kepadanya saya tegaskan lagi, tidak ada dalam sumber primer Islam sistem yang baku. Semua terserah pada umatnya sesuai dengan keadaan masyarakat dan perkembangan zaman.
Buktinya, di dunia Islam sendiri sistem pemerintahannya berbeda-beda. Ada yang memakai sistem mamlakah (kerajaan), ada yang memakai sistem emirat (keamiran), ada yang memakai sistem sulthaniyyah (kesultanan), ada yang memakai jumhuriyyah (republik), dan sebagainya.
Bahwa di kalangan kaum Muslimin sendiri implementasi sistem pemerintahan itu berbeda-beda sudahlah menjadi bukti nyata bahwa di dalam Islam tidak ada ajaran baku tentang khilafah. Istilah fikihnya, sudah ada ijma’ sukuti (persetujuan tanpa diumumkan) di kalangan para ulama bahwa sistem pemerintahan itu bisa dibuat sendiri-sendiri asal sesuai dengan maksud syar’i (maqaashid al sya’iy).
Kalaulah yang dimaksud sistem khilafah itu adalah sistem kekhalifahan yang banyak tumbuh setelah Nabi wafat, maka itu pun tidak ada sistemnya yang baku.
Di antara empat khalifah rasyidah atau Khulafa’ al-Rasyidin saja sistemnya juga berbeda-beda. Tampilnya Abu Bakar sebagai khalifah memakai cara pemilihan, Umar ibn Khaththab ditunjuk oleh Abu Bakar, Utsman ibn Affan dipilih oleh formatur beranggotakan enam orang yang dibentuk oleh Umar.
Begitu juga Ali ibn Abi Thalib yang keterpilihannya disusul dengan perpecahan yang melahirkan khilafah Bani Umayyah. Setelah Bani Umayyah lahir pula khilafah Bani Abbasiyah, khilafah Turki Utsmany (Ottoman) dan lain-lain yang juga berbeda-beda.
Yang mana sistem khilafah yang baku? Tidak ada, kan? Yang ada hanyalah produk ijtihad yang berbeda-beda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Ini berbeda dengan sistem negara Pancasila yang sudah baku sampai pada pelembagaannya. Ia merupakan produk ijtihad yang dibangun berdasar realitas masyarakat Indonesia yang majemuk, sama dengan ketika Nabi membangun Negara Madinah.
Berbahaya
Para pendukung sistem khilafah sering mengatakan, sistem negara Pancasila telah gagal membangun kesejahteraan dan keadilan. Kalau itu masalahnya, maka dari sejarah khilafah yang panjang dan beragam (sehingga tak jelas yang mana yang benar) itu banyak juga yang gagal dan malah kejam dan sewenang-wenang terhadap warganya sendiri.
Semua sistem khilafah, selain pernah melahirkan penguasa yang bagus, sering pula melahirkan pemerintah yang korup dan sewenang-wenang.Kalaulah dikatakan bahwa di dalam sistem khilafah ada substansi ajaran moral dan etika pemerintahan yang tinggi, maka di dalam sistem Pancasila pun ada nilai-nilai moral dan etika yang luhur. Masalahnya, kan, soal implementasi saja. Yang penting sebenarnya adalah bagaimana kita mengimplementasikannya
Maaf, sejak Konferensi Internasional Hizbut Tahrir tanggal 12 Agustus 2007 di Jakarta yang menyatakan ”demokrasi haram” dan Hizbut Tahrir akan memperjuangkan berdirinya negara khilafah transnasional dari Asia Tenggara sampai Australia, saya mengatakan bahwa gerakan itu berbahaya bagi Indonesia. Kalau ide itu, misalnya, diterus-teruskan, yang terancam perpecahan bukan hanya bangsa Indonesia, melainkan juga di internal umat Islam sendiri.
Mengapa? Kalau ide khilafah diterima, di internal umat Islam sendiri akan muncul banyak alternatif yang tidak jelas karena tidak ada sistemnya yang baku berdasar Al Quran dan Sunah. Situasinya bisa saling klaim kebenaran dari ide khilafah yang berbeda-beda itu. Potensi kaos sangat besar di dalamnya.
Oleh karena itu, bersatu dalam keberagaman di dalam negara Pancasila yang sistemnya sudah jelas dituangkan di dalam konstitusi menjadi suatu keniscayaan bagi bangsa Indonesia. Ini yang harus diperkokoh sebagai mietsaaqon ghaliedzaa (kesepakatan luhur) seluruh bangsa Indonesia. Para ulama dan intelektual Muslim Indonesia sudah lama menyimpulkan demikian.
Moh Mahfud MD
Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN); Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode 2008-2013
Kompas, Jumat, 26 Mei 2017 

Thursday, 25 May 2017

Kota-kota Besar Dilintasi Sesar

Kajian Terbaru, Risiko Bencana Gempa Bumi di Indonesia Lebih Tinggi
JAKARTA, KOMPAS — Kota-kota besar di sepanjang pantai utara Jawa, mulai dari Surabaya, Semarang, hingga Cirebon, ternyata berada di jalur sesar gempa aktif. Sumber gempa yang melintasi kota-kota ini berada di dekat dengan pusat permukiman penduduk sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan kerusakan masif jika tak diantisipasi.
sesar.jpg
Jalur sesar aktif di Jawa. Sumber: Masyhur Irsyam, Tim Revisi Peta Gempa Bumi Nasional, PusGeN, 2017. Infografik: Ismawadi
Jalur sesar darat yang baru diidentifikasi itu disebut sebagai zona Kendeng, memanjang dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Sesar ini merupakan kelanjutan jalur busur belakang (back arch) dari utara Pulau Flores dan menerus hingga utara Pulau Bali, dan masuk daratan di Jatim.
“Sesar Kendeng ini kemungkinan besar menyambung dengan sesar Baribis di Jawa Barat,” kata Irwan Meilano, ahli gempa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Geodesi Tim Revisi Peta Gempa Bumi Nasional, Kamis (25/5).
Sesar Kendeng ini merupakan satu dari ratusan sumber gempa baru yang ditambahkan dalam revisi peta gempa bumi nasional. Pada peta gempa nasional tahun 2010, jumlah sesar di Jawa hanya 4, kini jadi 34. Jumlah sesar baru yang ditemukan kini menjadi 295 zona, pada peta gempa bumi nasional 2010 hanya 81 zona.
“Data baru ini menunjukkan bahwa risiko bencana gempa bumi di Indonesia ternyata lebih tinggi dari perhitungan kita selama ini,” kata Irwan.
Implikasi penting
Danny Hilman Natawidjaja, ahli gempa bumi dari Lembaga Ilmi Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang juga Ketua Pokja Geologi Tim Revisi Peta Gempa Bumi Nasional mengatakan, penemuan sesar darat di sepanjang pantai utara Jawa ini memiliki implikasi penting bagi mitigasi bencana. Hal ini karena jalur gempa ini melintasi banyak kota besar dengan kepadatan tinggi.
“Beberapa kota besar yang dilintasi sesar ini adalah Surabaya, Semarang, dan Cirebon,” ujar Danny. Bahkan, menurut Danny, sesar aktif yang bergerak dengan kecepatan 5 milimeter per tahun ini kemungkinan menerus ke Jakarta.
Sesar Kendeng ini, kata Danny, bisa memicu gempa bumi hingga kekuatan Magnitude 7 di sekitar Kota Surabaya. Sekalipun sudah diidentifikasi bahwa zona Kendeng merupakan sesar naik yang aktif, periode keberulangannya belum diketahui.
“Beberapa gempa kecil sebenarnya terekam di zona ini, misalnya kejadian gempa bumi di Salatiga beberapa waktu lalu. Namun, kami belum bisa memastikan kapan gempa besarnya akan muncul,” kata Danny.
Satu hal yang penting, sesar darat yang berada di dekat kota tersebut harus diantisipasi. “Kita tentu ingat dengan gempa M 6 yang menyebabkan ribuan korban jiwa di Yogyakarta pada tahun 2006,” katanya.
Guru Besar Teknik Sipil ITB Masyhur Irsyam, yang juga Ketua Tim Revisi Peta Gempa Bumi Nasional, mengatakan, penambahan data baru kegempaan ini menuntut konsekuensi perubahan standar bangunan tahan gempa. Selama ini, sebagian besar korban dan kerugian akibat gempa disebabkan oleh kerusakan dan kegagalan struktur bangunan dan infrastruktur.
“Minimal, untuk bangunan baru yang akan dibangun harusnya mengikuti peta gempa nasional yang baru ini, yang otomatis standar kekuatannya akan naik, dan berarti juga menaikkan biaya konstruksi,” katanya.
Selain penambahan data sesar di Jawa, kata Irwan, ada sumber gempa baru di busur belakang Sumatera. Sumber gempa ini berada di antara zona subduksi dan sesar Sumatera. “Sebelumnya, kita hanya mengenal sumber ancaman gempa di Sumatera hanya dari zona subduksi dan sesar darat,” katanya. Perubahan ini meningkatkan ancaman bencana di Sumatera. (AIK)
Kompas, Jumat, 26 Mei 2017

Ratusan Sumber Gempa Baru Ditemukan

JAKARTA, KOMPAS — Para ahli menemukan ratusan jalur sesar baru yang sebelumnya tidak terdapat dalam peta gempa bumi nasional tahun 2010. Sebagian besar sumber gempa yang baru teridentifikasi ini berada di darat dan dekat dengan kawasan perkotaan. Data baru ini menjadi salah satu tambahan penting dalam memutakhirkan peta gempa bumi nasional 2017.
"Penambahan terutama untuk sumber gempa di zona sesar yang mencapai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Dari 81 jalur sesar darat yang tertera dalam peta gempa bumi nasional tahun 2010 kini menjadi 295 jalur sesar," kata Guru Besar Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung Masyhur Irsyam, yang juga Ketua Tim Revisi Peta Gempa Bumi Nasional, Selasa (23/5), di Jakarta.
Penambahan jalur sesar yang signifikan ini di antaranya berada di zona busur belakang (back arch) di perairan sebelah barat Pulau Sumatera yang memanjang hingga selatan Pulau Jawa. Zona ini berada di antara jalur sesar darat Semangko dengan zona subduksi Samudra Hindia.
Jalur sesar lainnya yang baru teridentifikasi adalah sesar darat yang memanjang di kawasan pantai utara Jawa Timur hingga Jawa Barat. Sesar di darat ini berpotensi memicu gempa bumi yang bisa berdampak terhadap sejumlah kota besar, seperti Surabaya, Semarang, dan Cirebon.
Sejumlah sesar baru juga ditemukan di Sulawesi dan Papua. Selain penambahan data tentang sesar darat ini, menurut Irsyam, timnya juga memperbaiki lokasi episentrum atau pusat gempa yang telah dipetakan sebelumnya. "Ada 12.000 titik episenter gempa yang direlokasi," katanya.
Selain sumber gempa di zona sesar, pemutakhiran juga dilakukan untuk sumber gempa di zona subduksi. "Segmentasi sumber gempa di zona subduksi diubah, juga besarannya. Misalnya, di Sumatera sekarang menjadi lima segmen, dan jika satu segmen dulu maksimal potensi gempa M (magnitude) 8,6, sekarang menjadi M 8,9. Demikian juga kekuatan gempa di selatan Jawa juga naik," kata Ketua Kelompok Kerja Geologi Tim Revisi Peta Gempa Nasional Danny Hilman Natawidjaja.
Danny, yang juga ahli gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, mengatakan, sejumlah sumber gempa baru ini sebelumnya tak teridentifikasi karena minimnya studi. Selain itu, sejumlah sesar teridentifikasi setelah terjadi gempa bumi, misalnya sesar Pidie Jaya yang memicu gempa bumi M 6,5 pada Desember 2016.
"Jika ada upaya penelitian yang sistematis, kemungkinan akan ditemukan lebih banyak lagi sesar yang sebelumnya tak terpetakan," kata Danny.
Menurut Danny, data peta revisi gempa telah diperbarui berdasarkan data dasar yang lebih baik, yaitu dari katalog Pusat Studi Gempa Nasional yang merekam kejadian seluruh gempa bumi di Indonesia pada 1907-2016. Data juga diperbaiki berdasarkan studi sesar aktif terkini dengan memanfaatkan survei geolistrik dan paleoseismologi yang dilakukan tim geologi.
Danny mengatakan, peta gempa nasional ini idealnya terus dimutakhirkan seiring penemuan baru, juga kebaruan metodologi, serta teknik perhitungan. "Dari data penambahan sumber-sumber gempa ini, pada akhirnya akan dibuat peta gempa nasional," katanya. Revisi data sumber gempa ini akan menjadi dasar perhitungan bagi penentuan Standar Nasional Indonesia untuk kekuatan konstruksi bangunan atau infrastruktur. (AIK)
Kompas, Rabu, 24 Mei 2017 

Saturday, 13 May 2017

Konspirasi

Oleh TRIAS KUNCAHYONO
Julius Caesar mati karena konspirasi. Ia dibunuh sekelompok petinggi di Roma pada 15 Maret 44 SM. Kelompok berjumlah 60 orang itu menganggap bahwa Caesar menjadi penghalang ambisi dan nafsu politik mereka. Caesar dibunuh di gedung Senat oleh 23 anggota komplotan. Sebanyak 27 tusukan pisau belati menembus badan pemimpin Roma itu. Setelah ditusuk berkali-kali, tubuh Caesar dibiarkan tergeletak bersimbah darah. Toganya pun robek dan memerah darah.
Cesare.jpg
Mort de César – Vincenzo Camuccini, 1793
Ambisi politik yang berlebihan, sejak zaman dahulu, selalu membutakan mata dan hati. Ini membuat negara seperti dalam kondisi sakratulmaut. Siapa yang pernah menduga bahwa Marcus Junius Brutus atau Brutus adalah bagian dari konspirasi itu, bahkan ikut pula menusuk Caesar, menyingkirkan Caesar?
Padahal, Caesar sangat baik kepada Brutus. Meskipun Brutus pernah menjadi musuhnya–Brutus bergabung dengan Pompey–setelah Pompey dikalahkan, ia diampuni. Brutus (85-42 SM), yang lahir di Philippi, Macedonia, tidak hanya diampuni, tetapi juga diangkat menjadi paetor (hakim tingkat tinggi di bawah konsul; asisten konsul dan membantu konsul melaksanakan tugas-tugasnya),
Akan tetapi, karena pada dasarnya tidak ada kebaikan dalam hatinya, hatinya berbulu, bagi Brutus berkhianat adalah sesuatu yang biasa dalam politik. Brutus dan komplotannya meminjam definisi politik, menurut Harold Dwight Laswell, ilmuwan politik dari AS, mengartikan politik dalam pengertian yang sangat pragmatis: siapa dapat apa, kapan, dan bagaimana. (Politics: Who Gets What, When, How: 1936)
Pengertian “mendapatkan apa (sesuatu)” bukan selalu berarti yang bersifat fisik, seperti uang atau materi lain, melainkan tentu juga yang non-material, seperti ideologi, kedudukan, harga diri, dan gengsi. Di dalam “mendapatkan sesuatu”, semua kekuatan politik saling bersaing di dalam suatu arena permainan politik dan menghalalkan segala cara, dalam bahasa Machiavelli.
Brutus bersekongkol dengan sejumlah pejabat untuk menyingkirkan Caesar, yang dianggap terlalu berkuasa dan bahkan dikhawatirkan akan menyalahgunakan kekuasaan di tangannya. Bahkan, dengan lihai, setelah membunuh Caesar, Brutus masih berusaha menarik simpati rakyat Roma. dalam sebuah pidatonya setelah pembunuhan, Brutus mengatakan, “Pembunuhan Caesar adalah peristiwa tragis, memilukan, tetapi kematian Caesar harus terjadi untuk menyelamatkan negara.”
Sejak saat itulah, Brutus menjadi “lambang” orang yang berkhianat. Orang yang tidak tahu balas budi. Brutus menjadi lambang orang yang buta hati dan buta mata karena ambisi. Inilah politikus yang berjiwa pengkhianat. Dia tidak segan-segan mengkhianati orang yang telah menyelamatkannya. Bahkan, orang yang telah mengangkatnya sehingga menduduki jabatan penting dalam panggung politik Roma pada masa itu. Kalau zaman sekarang, Brutus telah diangkat untuk menduduki pos yang penting dan “basah” mendatangkan banyak rezeki.
Benar kata Caesar Augustus (63 SM-14 M), “Hati-hatilah karena banyak perbuatan jahat dapat berasal dari permulaan yang baik.” Filsafat politik mengajarkan, ada istilah yang disebut political virtue. Di sini virtue berarti moral excellence. Dalam berpolitik, moral tidak boleh dilupakan. Sebab, urusan politik itu sejatinya adalah urusan moral. Karena itu, dalam dunia politik, muncul istilah-istilah yang berkaitan dengan moral, misalnya kesetiaan dan dedikasi atau pengkhianatan.
Memang, politik Roma penuh dengan konspirasi. Sekitar dua dasawarsa sebelum Brutus berkonspirasi, Lucius Sergius Catilina sudah melakukan hal yang sama pada 63 SM. Catilina (108-62 SM) adalah seorang aritokrat, yang kemudian menjadi demagog (KBBI: demagog adalah seorang pemimpin yang pandai menghasut dan membangkitkan semangat rakyat untuk memperoleh kekuasaan. Menurut dictionary.com, demagog adalah seseorang, khususnya seorang orator atau pemimpin politik, yang memperoleh kekuasaan dan popularitas dengan membangkitkan emosi, nafsu, keinginan, dan purbasangka orang).
Namun, demagog juga secara sederhana diartikan sebagai orang yang meminjamkan suaranya kepada rakyat. Contohnya, politikus yang gemar mengaduk-aduk perasaan masyarakat dengan menggunakan isu agama untuk kepentingan politik dan tidak mengajak rakyat untuk berpikir jernih, obyektif mencari jalan keluar saat menghadapi persoalan.
Seperti itulah Lucius Sergius Catilina pada waktu itu. Ia dikenal sebagai seorang politisi, politisi revolusioner. Ia pernah menjadi gubernur di Afrika. Catilina pernah pula mencalonkan diri menjadi konsul, tetapi pencalonannya ditolak. Hal ini disebabkan ia didakwa pernah melakukan pemerasan semasa menjadi gubernur di Afrika. Selain didakwa pernah memeras, Catilina juga didakwa pernah membunuh.
Di lain waktu, Catilina mencalonkan diri menjadi senator. Namun, lagi-lagi usahanya gagal. Pemimpin senator berpihak kepada Cicero (106-43 SM). Cicero atau Marcus Tullius Cicero adalah filsuf, orator terbesar yang memiliki keterampilan andal dalam retorika, pengacara terbesar di zaman Republik Roma akhir. Gagal melalui jalan normal untuk menjadi politisi, Catilina berbelok arah. Ia memilih jalur revolusi.
Catilina mengumpulkan sejumlah tokoh anggota kelas menengah dan membentuk kelompok. Mereka bersama-sama melancarkan gerakan subversi (menurut istilah kita di negeri ini). Catilina bersama pengikut berencana merekrut tentara di Etruria lalu bergerak masuk ke Roma dan mengambil alih kontrol kekuasaan. Setelah masuk Roma dan mengambil alih kekuasaan, mereka akan membunuh Cicero dan senator terkemuka lain.
Namun, justru Cicero-lah yang membongkar rencana kudeta tersebut dalam pidato di Senat. Catilina diusir keluar dari Roma. Sejarawan Mary Beard dalam bukunya, SPQR: A History of Ancient Rome, menyebut pertarungan antara Cicero dan Catilina yang menjadi awal konspirasi adalah bentrokan antara “ideologi dan ambisi”. Catilina dan Brutus sama-sama dikuasai ambisi politik yang menggebu-gebu, yang menutup mata hatinya.
Cicero menyatakan, pada masa itu para pemegang jabatan tak beretika. Apabila etika jabatan yang menekankan nurani kejujuran dan ketulusan sudah dilanggar, kekuasaan akan menjadi monster penuh kerakusan yang mengerikan. Thomas Hobbes menggambarkan mereka sebagai leviathan, yang mendewakan kekuasaan di atas segala-galanya. Karena itu harus direbut dengan segala cara, digenggam erat-erat dengan segala daya.
Kompas, Minggu, 14 Mei 2017

Saturday, 6 May 2017

Cocopeat (Coconut Coir) Perlu Dibilas?

Cocopeat, terutama saat masih segar memiliki kandungan polifenol yang tinggi. Kandungan polifenol dengan kadar di atas 2 mg per liter tersebut bersifat toksik terhadap akar selada (Ma dan Nichols, 2004). Namun, tumbuhan dengan habitat rawa gambut seharusnya tahan terhadap bahan-bahan tersebut. Air rawa gambut mengandung senyawa polifenol, seperti tanin, dalam kadar tinggi. Tanin tersebut yang memberikan warna gelap pada air (Yule dan Gomez, 2009; Yule et al, 2016).

Saturday, 29 April 2017

Kisah Kristen Koptik dan Negara Mesir

Oleh MUSTHAFA ABD RAHMAN
Paus Fransiskus selama dua hari, 28-29 April, berkunjung ke Mesir. Kunjungan Paus sesungguhnya adalah bagian dari tradisi komunikasi yang sudah terjalin secara intens antara Vatikan dan negara Mesir selama ini. Di mata Vatikan, Mesir selalu menjadi perhatian khusus mengingat di negara itu terdapat komunitas Kristen terbesar dan tertua di Timur Tengah dan Asia Barat.
Pope-Francis-with-Tawadros-II-Coptic-Orthodox-Patriarch-of-Alexandria-in-Cairo-Egypt-April-28-2017.-Credit-LOsservatore-Romano.-.jpeg
Paus Fransiskus dan Pemimpin Kristen Koptik Tawadros II saat bertemu di Kairo (28/4/2017).
Menurut beberapa sensus yang dilakukan Pemerintah Mesir, jumlah warga Kristen Koptik di Mesir berkisar 7-10 persen dari populasi Mesir. Jika jumlah penduduk Mesir saat ini sekitar 90 juta jiwa, jumlah warga Kristen Koptik di negara itu berkisar 7 juta-9 juta jiwa.
Nama Koptik untuk sebutan kaum Kristen di Mesir diambil dari bahasa Yunani “Aiguptus”. Konon orang Yunani menyebut wilayah Mesir dan lembah Nil dengan sebutan Aiguptus. Nama Egypt, sebutan lain dari Mesir, berasal dari bahasa Yunani itu.
Sumber lain dari literatur bahasa Ibrani menyebut, nama Koptik berasal dari nama Qibtim, salah satu cucu Nabi Nuh AS. Qibtim dipercaya sebagai orang yang pertama kali mendiami wilayah lembah Sungai Nil.
Menurut buku Coptic Egypt karangan Mourad Kamel dan A History of Eastern Christianity karya AS Atiya, bangsa Koptik adalah keturunan langsung bangsa Mesir Kuno yang sudah menghuni kawasan lembah Nil sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Bangsa Mesir Kuno adalah salah satu bangsa tertua dengan peradaban yang paling tua pula. Sejumlah literatur menyebut, bangsa Mesir Kuno diyakini sudah hidup sejak 6000 SM. Bangunan Piramida yang menjadi ikon wisata Mesir dan sekaligus simbol peradaban negara itu dibangun antara 2000 SM dan 2500 SM.
Tradisi pekerjaan bangsa Koptik, seperti halnya bangsa Mesir kuno, adalah bercocok tanam atau bertani karena suburnya lahan di lembah sepanjang Sungai Nil.
Kaum Koptik dipercaya memeluk agama Kristen secara luas pada abad pertama Masehi, yakni pada masa kekuasaan Romawi di Mesir. Nama Koptik hanya diperuntukkan pada warga Kristen di lembah Nil, yakni Mesir dan Sudan, serta sebagian di Libya. Nama Koptik tidak berlaku untuk kaum Kristen di Palestina, Lebanon, Suriah, dan Irak.
Kaum Koptik tetap mempertahankan agama Kristen ketika bangsa Arab Muslim dari Jazirah Arab dengan panglima Amr bin Ash menaklukkan Mesir pada 640 M. hanya segelintir yang beralih memeluk Islam.
Naik turun
Hubungan kaum Kristen Koptik dengan negara Mesir sejak masa kekuasaan Arab Islam pada abad ke-7 hingga saat ini tidak selalu mulus. Tidak bisa dimungkiri, kaum Kristen Koptik dalam sejarahnya kerap mengalami perlakuan diskriminatif dari penguasa, sejak era Romawi, Yunani, hingga Arab Muslim.
Kisah kaum Kristen Koptik adalah cerita panjang yang berakhir dengan keberhasilan bangsa itu berintegrasi secara bahasa dan budaya dengan bangsa baru, yakni Arab, yang menjadi penguasa dan mayoritas di Mesir.
Para sejarawan menyebut, proses asimilias dengan budaya Arab dilakukan kaum Kristen Koptik secara efektif mulai abad ke-10. Sebelum itu, yakni pada abad ke-7, kaum Koptik masih menggunakan bahasa dan budayanya sendiri di tengah penguasa Arab Muslim.
Mulai abad ke-10, secara perlahan kaum Koptik beradaptasi dengan budaya Arab akibat lingkungan politik, ekonomi, dan budaya yang menuju terjadinya hegemoni bangsa Arab di Mesir. Proses integrasi kaum Koptik dengan bangsa Arab terus bergulir dan semakin kuat di era khilafah awal, Ottoman, hingga Mesir modern.
Sejumlah sejarawan menyebut, proses integrasi itu sesungguhnya mencapai puncak kesempurnaan pada era kekuasaan Said dari Dinasti Ottoman tahun 1855. Saat itu, Said menghapus kewajiban pajak kaum minoritas kepada kaum Kristen Koptik.
Sejak itu, kaum Kristen Koptik merasa ada kesetaraan hak dan kewajiban antara kaum minoritas dan mayoritas di Mesir. Mereka kemudian terlibat aktif dalam berbagai gerakan nasionalis di Mesir. Tokoh-tokoh Kristen Koptik sejak abad ke-19 banyak aktif dalam politik dengan mengusung misi mengembangkan paham dan gerakan nasionalisme di Mesir.
Mereka, misalnya, ikut mendukung revolusi Mesir tahun 1919 yang dipimpin Ahmed Orabi untuk menentang penjajahan Inggris. Kaum Kristen Koptik tertarik mendukung revolusi Mesir 1919 karena revolusi tersebut mengusung slogan “Mesir untuk rakyat Mesir”, misi yang sangat nasionalis.
Tokoh-tokoh Koptik kemudian terus berusaha menunjukkan afiliasi kepada bangsa Arab. Catatan penting dalam usaha tersebut adalah ketika tokoh politik Koptik yang juga Sekretaris Jenderal Partai Wafd yang berkuasa di Mesir tahun 1940-an, Makram Ebeid Pasha, mengunjungi Suriah, Lebanon, dan Palestina.
Kepada publik di Damaskus, Beirut, Haifa, dan Jerusalem, Pasha menegaskan afiliasi kaum Kristen Koptik kepada bangsa Arab. Disebutkan, warga Kristen Koptik adalah bagian integral dari bangsa Arab.
Dengan segala suka dan duka perjalanan sejarah kaum Kristen Koptik itu, peran dan sumbangsih mereka membangun negara Mesir, baik secara politik, budaya, maupun ekonomi, sangat besar. Selain Pasha, tokoh lain yang menonjol adalah Boutros Boutros-Ghali, mantan Menteri Luar Negeri Mesir (1977-1979) yang kemudian menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (1992-1996).
Ada juga Yousef Boutros Ghali yang pernah menjabat Menteri Keuangan Mesir pada era Presiden Hosni Mubarak. Selain itu, ada Magdi Yacoub, seorang ahli bedah kelas internasional. Perlu dicatat juga, pengusaha besar dan sekaligus orang terkaya di Mesir saat ini adalah Naguib Sawiris, pemeluk Kristen Koptik dan pemilik perusahaan konglomerasi Orascom. Menurut majalah Forbes, kekayaan Naguib Sawiris mencapai Rp 110 triliun. Dan banyak lagi orang Koptik yang mengukir kesuksesan baik di dalam maupun di luar Mesir.
coptic.jpg
Beberapa tokoh Kristen Koptik (dari kiri ke kanan): Makram Ebeid Pasha, Boutros Boutros-Ghali, Youssef Boutros Ghali, Magdi Yacoub, Naguib Sawiris.
Kompas, Minggu, 30 April 2017