Tuesday, 2 February 2016

Jejak Toko Buku Pertama di Batavia

Oleh DIAN DEWI PURNAMASARI
Gedung yang dahulu kokoh berdiri di sudut Jalan Kali Besar Timur, Kota Tua, Jakarta Barat, itu kini rata dengan tanah. Sekeliling bekas toko buku dan penerbitan pertama di Batavia tersebut ditutup seng. Besi-besi tua terserak di dalam area lahan nyaris kosong seluas 20 meter x 16 meter itu.
Pekerja membersihkan sisa material gedung G Kolff & Co, salah satu bangunan di  Kota Tua Jakarta, akhir Agustus lalu.
Pekerja membersihkan sisa material gedung G Kolff & Co, salah satu bangunan di Kota Tua Jakarta, akhir Agustus lalu. (Kompas/Raditya Helabumi)
Di lahan bekas gedung G Kolff & Co kini hanya ada sisa lima pilar setinggi 50 sentimeter yang terbuat dari cor-coran batu bata merah. Jejak eksistensi G Kolff & Co nyaris musnah setelah bangunan tersebut dirobohkan tahun ini. Sebelum diratakan, gedung memang sudah rusak dan hampir roboh. Kayu-kayu jati penopangnya hilang sehingga gedung miring.
Kini, hanya ada spanduk kecil penanda eksistensi gedung yang didirikan pada tahun 1848 itu. Spanduk kecil tersebut berisi informasi tentang revitalisasi gedung yang sedang dijalankan PT Pembangunan Kota Tua (Jakarta Old Town Revitalization Corp/JOTRC).
G Kolff & Co adalah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan toko buku yang dioperasikan pertama di Batavia. Scott Merrillees dalam buku Batavia in Nineteenth Century Photograph (2000) menyebutkan, Willem van Haren Noman mengoperasikan perusahaan itu dengan namanya sendiri pada 1848. Pada 3 Juli 1850, pengusaha dari Belanda bernama Gualtherus Johannes Cornelis Kolff bergabung dalam perusahaan itu. Nama toko kemudian berubah menjadi Van Haren Homan & Kolff. Sepuluh tahun kemudian, Noman memutuskan untuk kembali ke Belanda. Sejak 1858, nama perusahaan resmi berubah menjadi G Kolff & Co.
"G Kolff & Co mencetak buku, kartu pos, dan koran, yaitu Java Bode (1850), yang berafiliasi dengan koran di Semarang, De Locomotief, dan Het Soerabaiasche Handlesblad di Surabaya," ujar Merrillees melalui surat elektronik, Jumat (19/11).
Sejumlah buku terbitan G Kolff & Co bisa ditemukan di perpustakaan Museum Sejarah Jakarta. Beberapa buku yang dikeluarkan, seperti catatan perjalanan dan buku tentang undang-undang. Judul buku yang disimpan sebagai koleksi museum seperti notula Algemeene en Directievergaderingen (1913) dan Algemeene en Bestuurs Vergaderingen (1865). Buku yang dicetak di atas kertas berwarna coklat itu sampulnya sudah mulai rusak. Konten dari buku tersebut juga sulit diterjemahkan orang awam karena menggunakan bahasa Belanda kuno.
"Belum semua buku diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Khusus untuk buku terbitan G Kolff & Co kebanyakan berisi tentang catatan perjalanan dan undang-undang," kata Arpan, mantan petugas perpustakaan Museum Sejarah Jakarta, Jumat.
Di bukunya, Merrillees menyebutkan, percetakan itu juga menetaskan koran harian pertama di Batavia bernama Bataviaach Nieuwsblad yang pernah diterbitkan di Batavia selama lebih dari setengah abad.
Berpindah-pindah
Toko buku dan percetakan G Kolff & Co, diambil dari buku koleksi sejarawan Scott Merrillees, 50 Jaren Bataviaash Niewsblad 1885-1935, yang diterbitkan oleh percetakan yang sama pada 1935.
Toko buku dan percetakan G Kolff & Co, diambil dari buku koleksi sejarawan Scott Merrillees, 50 Jaren Bataviaash Niewsblad 1885-1935, yang diterbitkan oleh percetakan yang sama pada 1935. (Arsip Buku Koleksi Scott Merrillees)
Namun, lokasi toko buku dan percetakan itu pun sempat berpindah beberapa kali. Toko buku awalnya menempati ruangan sewa kecil di Jalan Pintu Besar Selatan. Bisnis terus berkembang sehingga ruangan kecil itu tak lagi mampu menampung aktivitas di dalamnya. Perusahaan lalu membeli bangunan di sudut selatan Pasar Pisang (Jalan Kali Besar Timur 3) dan Kali Besar Oost (Jalan Kali Besar Timur). Toko di kawasan niaga Kota Tua itu hidup hingga 1921.
Pada Mei 1921, toko pindah lagi ke tempat yang lebih besar di Jalan Pecenongan di dekat Pasar Baru. Kolff juga membuka cabang di kawasan Noordwijk (Jalan Juanda) pada 1894 untuk mendekati kawasan perumahan di bagian selatan. Sepanjang tahun itu, perkembangan bisnis perusahaan mencapai puncaknya sehingga cabang toko buku dan percetakan bisa dibuka di beberapa kota besar di Pulau Jawa.
Keberhasilan itu pun sampai di telinga Ratu Belanda. Ratu Belanda kemudian mengizinkan perusahaan menggunakan label kerajaan atau "Koninklijke" pada namanya. Nama perusahaan lalu berubah menjadi NV Koninklijke Boekhandel en Drukkerij G Kolff & Co. Dengan penggunaan nama resmi kerajaan itu, G Kolff & Co juga mendapatkan kontrak untuk menerbitkan cukai tembakau.
"G Kolff & Co kemudian menjadi pencetak buku-buku pendidikan di Hindia Belanda dan menjadi produsen terbesar kartu pos Batavia pada awal abad ke-20. Foto-foto dalam kartu pos itu sangat bermanfaat untuk melihat topografi Jakarta pada abad tersebut," ujar Merrillees.
Revitalisasi gedung
Usia G Kolff & Co mencapai 100 tahun pada 1948. Selanjutnya, gedung itu dibiarkan tak terurus dan tak berfungsi. Kini, PT JOTRC selaku pelaksana proyek revitalisasi Kota Tua berniat mengembalikan kejayaan toko buku tersebut. Laman jakarta.go.id menyebutkan, G Kolff & Co dulu juga sering dipakai untuk pameran karya pelukis tersohor Hindia Belanda, seperti GP Adolfs dan R Strasser.
"Kenapa bangunan itu kami ratakan dengan tanah? Karena akan kami bangun lagi sebagai toko buku, perpustakaan, kafe, serta wadah bagi komunitas penulis dan sastrawan," ujar Yayat Sujatna, Manajer Proyek Revitalisasi Kota Tua dari PT JOTRC.
Pembongkaran gedung sudah melalui serangkaian kajian dan tes oleh Tim Sidang Pemugaran Kota Tua. Menurut rencana, akan dibangun gedung tiga-empat lantai. Gedung-gedung itu juga akan menyatu dengan gedung Van Vlueten & Cox, Onthel Warehouse, blok Dharma Niaga, dan Tjiptaniaga yang berada dalam satu kompleks. Revitalisasi gedung G Kolff & Co ini ditargetkan selesai akhir 2016. "Sekarang baru sampai pada tahapan pemilihan kontraktor. Desain gedung dirancang oleh arsitek Andramatin," kata Yayat.
Diharapkan, revitalisasi yang sedang dikerjakan PT JOTRC ini mampu mengembalikan jejak sejarah G Kolff & Co yang kini hilang tak berbekas..

Kompas, Senin, 23 November 2015