Thursday, 7 January 2016

Sumur Baru (Lapindo) Berada di Zona Rawan Bencana

SIDOARJO, KOMPAS — Sumur gas baru yang akan dibor oleh Lapindo Brantas Inc di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, hanya berjarak 2,5 kilometer dari pusat semburan lumpur panas yang masih aktif. Lokasi sumur baru itu masuk dalam zona rawan bencana karena rawan ambles dan muncul semburan gas yang mudah terbakar.
Kepala Pusat Studi Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya Amin Widodo mengatakan, lokasi sumur baru itu diduga dekat dengan patahan lempeng bumi yang membentang hingga ke Pulau Madura.
"Pertanyaan mengenai posisi tepat sumur baru dengan titik patahan dan berapa jaraknya, pernah saya tanyakan kepada Lapindo saat menjadi tim penilai atau tim ahli untuk keperluan kajian geologi dan penerbitan izin UKL UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) Badan Lingkungan Hidup Sidoarjo," ujar Amin Widodo, Kamis (7/1).
Namun, pertanyaan itu belum terjawab. Padahal jawaban itu penting karena apabila posisinya dekat dengan patahan, berpotensi terjadi bencana semburan lumpur seperti pada kasus pengeboran di Sumur Banjar Panji 1 pada 2006.
Mantan anggota Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Lapindo ini memetakan, kawasan di sekitar pusat semburan yang berjarak 1-2 km masuk dalam zona bahaya karena rawan ambles. Hasil pengukuran menunjukkan terjadi penurunan permukaan tanah yang menyebabkan tanggul cincin saat ini tidak tampak.
Bahkan, zona penyangga yang berjarak 0,5-1 km dari posisi tanggul terluar penahan kolam lumpur Lapindo juga berbahaya karena rawan ambles, rawan retak, dan rawan terkena luberan lumpur panas. Jarak sumur baru yang akan dibor dengan tanggul penahan kolam lumpur di Desa Kalidawir kurang dari 1 km.
Perusahaan minyak dan gas Lapindo Brantas akan kembali membuka sumur baru dengan melakukan pengeboran yang terletak tak jauh dari sumur tanggulangin 1, Sidoarjo, Jawa Timur. Sumur ini diperkirakan akan menghasilkan 5 juta meter kubik gas per hari.
Rencana pengeboran sumur baru Lapindo dilakukan Maret, di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin. Ada dua sumur baru yang akan dibor.
Manajer Humas Lapindo Brantas Inc Arief Setyo Widodo mengakui jarak pusat semburan lumpur aktif dengan sumur baru sekitar 2,5 km.
"Lapindo berpedoman pada pendapat ahli geologi yang memberikan rekomendasi dikeluarkannya izin UKL UPL. Hasil kajian itu menyatakan secara teknis, rencana pengeboran yang kami lakukan aman dan tidak berpotensi menimbulkan bencana geologi," kata Arief.
Dia mengatakan, pengeboran gas di sumur baru akan dilakukan di kedalaman 3.000 kaki sehingga risiko bencana lebih kecil. Pengeboran di Sumur Banjar Panji 1 mencapai 12.000 kaki.
Kepala Desa Kedungbanteng Tohirin mengatakan, untuk mengikis kekhawatiran warga yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, pihaknya membuat nota kesepahaman dengan Lapindo yang disahkan notaris. "Isinya, apabila terjadi bencana akibat pengeboran, perusahaan bersedia memberikan ganti rugi kepada warga," ujarnya. (NIK)
Kompas, Jumat, 8 Januari 2016