Monday, 16 December 2013

Melatonin dan Tidur

Melatonin adalah hormon yang dibuat kelenjar pineal. Bahan awal hormon ini  adalah asam amino triptofan. Triptofan dengan bantuan enzim triptofan hidroksilase dan dekarboksilase asam amino aromatic diubah menjadi serotonin (5-hidroksitriptamin). Selama hari terang, serotonin akan disimpan. Saat hari mulai gelap, serotonin mulai dilepas sehingga bisa diolah lebih lanjut oleh enzim serotonin-N-asetiltransferase (SNAT) dan hidroksindol-O-metiltransferase menjadi melatonin. Dengan demikian, pengeluaran hormon yang mengatur periode tidur-jaga normal ini didasarkan pada ritme sirkadia 24 jam, yang dimulai begitu mulai gelap datang, dan mencapai puncaknya antara jam 2:00 dan 4:00.
2031158tidur21780x390.jpg
Produksi melatonin sangat dipengaruhi cahaya, paparan medan elektromagnetik, dan usia. Cahaya lingkungan dapat menekan sekresi melatonin, bahkan dalam tingkat pencahayaan 100-200 lux (Lewy et al, 1980). Sensitivitas melatonin terhadap hambatan oleh cahaya dipengaruhi pigmentasi warna dan/atau etnisitas. Persentase hambatan subyek ras Kaukasian dengan warna mata terang (biru, hijau, atau coklat muda) secara signifikan lebih besar dibandingkan ras Asia dengan warna mata gelap (coklat gelap) (Higuchi et al, 2007).
Paparan medan elektromagnetik disebutkan dapat menurunkan produksi melatonin (Reiter, 1993). Gangguan produksi melatonin itu juga dikaitkan dengan peningkatan insiden kanker pada individu yang tinggal dan/atau bekerja pada lingkungan yang memungkinkan terjadinya paparan medan elektromagnetik lebih tinggi dari normal, karena melatonin juga merupakan bahan onkostatik kuat, yang dapat mencegah pembentukan atau pengembangan sel kanker (Reiter, 1994).
Tingkat sekresi melatonin memperlihatkan perbedaan antarusia. Sekresi melatonin dimulai saat usia 3-4 bulan dan terus meningkat pesat hingga mencapai puncaknya pada usia remaja. Produksi hormon ini kemudian sedikit demi sedikit menurun setelah usia 20 tahun.
Melatonin memiliki fungsi mengatur waktu tidur dan meningkatkan kualitas tidur. Melatonin juga disebutkan dapat mencegah penyakit terkait penuaan, seperti atherosclerosis, kanker, dan Alzheimer. Untuk mendapatkan efek yang optimal dari melatonin bagi kesehatan, langkah yang harus diupayakan antara lain:
  • menghindari begadang, mulai tidur sebelum jam 11 malam;
  • tidur dalam ruang dengan tingkat pencahayaan rendah hingga gelap;
  • menghindari konsumsi minuman mengandung kafein pada sore hingga menjelang tidur karena kafein dapat menurunkan kadar melatonin dalam tubuh.
Referensi
Higuchi S, Motohashi Y, Ishibashi K, Maeda T (2007) Influence of eye colors of Caucasians and Asians on suppression of melatonin secretion by light. Am. J. Physiol. Regul. Integr. Comp. Physiol. 292(6): R2342-2346
Mason P (2007) Dietary Supplements, 3rd Ed. London: Pharmaceutical Press
Reiter RJ (1993) Electromagnetic fields and melatonin production. Biomed. Pharmacother. 47(10):439-444
Reiter RJ (1993) Static and extremely low frequency electromagnetic field exposure: reported effects on the circadian production of melatonin. J. Cell. Biochem. 51(4): 394-403
Reiter RJ (1994) Melatonin suppression by static and extremely low frequency electromagnetic fields: relationship to the reported increased incidence of cancer. Rev. Environ. Health 10(3-4): 171-186
Wurtman RJ (2005) Melatonin. Dalam: Coates PM, Blackman MR, Cragg GM, et al (Editor) Encyclopedia of Dietary Supplements. New York: Marcel Dekker, pp. 457-466

Sunday, 15 December 2013

Makanan di Dalam Sampah Kita

Oleh GABRIEL ANDARI KRISTANTO
Membicarakan makanan di dalam sampah seolah membicarakan sebuah ironi. Dengan mudah, kita melihat bahwa sementara sebagian di antara masyarakat kita masih dengan perjuangan berat berusaha memenuhi kebutuhan dasar akan pangan agar tidak kelaparan, di posisi yang lain kita temukan konsumsi makanan yang berlebihan bahkan akhrinya terbuang dan menjadi sampah. Hasil penelitian penulis tahun 2012 di perumahan kecil, menengah, dan atas di Jakarta menunjukkan sekitar 50 persen di antara sampah yang dihasilkan penduduk Jakarta adalah sampah makanan, di antaranya 65 persen total sampah organik yang dihasilkan. Jika dihitung berdasarkan produksi sampah penduduk Jakarta yang lebih kurang 1 kilogram/orang/hari, jumlah sampah makanan per hari ialah sekitar 0,5 kilogram/orang.
poorkid.jpg
Yang mengejutkan, makanan dalam sampah itu sebagian besar berupa makanan yang pada awalnya layak dikonsumsi, tetapi jumlahnya berlebih dan kemudian dibuang atau makanan yang kualitasnya baik, tetapi disimpan dan pada akhirnya dibuang karena tak dikonsumsi pada waktunya. Persentase makanan dalam sampah ini kian meningkat mendekati 70 persen di lokasi timbulan sampah lain, seperti apartemen kelas menengah dan atas serta kantin universitas di Jakarta.
Hasil penelitian 2013 bahkan menunjukkan, jumlah sampah makanan terbuang di kantin salah satu universitas besar di Jakarta mendekati 72 persen dari sampah yang ada. Sebuah angka luar biasa untuk negara seperti Indonesia dengan penduduk di bawah garis kemiskinan 11 persen. Sebagai pembanding, angka ini menyerupai jumlah yang dibuang mahasiswa di Universitas McGill Kanada yang 0,5 kg-0,7 kg/orang/hari (Morin, 2003).
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, sampah didefinisikan sebagai ‘barang atau benda yang tidak terpakai lagi atau juga berarti kotoran’, seperti kertas dan daun. Definisi lain yang disampaikan oleh Kamus Istilah Lingkungan juga memberikan arti yang tidak terlalu berbeda.
Bahkan United Nations Environment Programms (UNEP) mendefinisikan sampah sebagai suatu obyek yang tidak diinginkan, dibutuhkan, atau digunakan lagi oleh pemiliknya serta membutuhkan pengolahan dan pembuangan. Dari beberapa sumber tersebut, sangat jelas ditunjukkan bahwa secara umum sampah biasanya dianalogikan sebagai sesuatu yang sudah berkurang fungsi dan manfaatnya.
Ironi sampah makanan
Kosseva (2013) menyebutkan bahwa sampah makanan timbul karena sejumlah hal, dimulai dari saat panen, pemrosesan, penyimpanan, transportasi, dan pada tingkatan konsumen. Ia juga melaporkan bahwa secara global, memang terdapat kecenderungan peningkatan jumlah makanan yang menjadi sampah di banyak negara (terutama di negara maju). Sebagai gambaran, negara maju seperti Amerika Serikat menghasilkan sampah makanan lebih kurang 34 juta ton per tahun dan hanya 3 persen dari 34 juta sampah makanan ini yang dimanfaatkan kembali.
Bahkan ironisnya, makanan yang menjadi sampah di negara-negara maju 222 juta ton pada tahun 2012 adalah setara dengan total produksi makanan yang dihasilkan negara-negara di Sub-Sahara (230 juta ton). Ditinjau dari sisi teknis, data mengenai jumlah makanan di dalam sampah biasanya penting digunakan para ahli untuk menentukan proses lanjutan yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan sampah itu, seperti untuk makanan ternak dan pengomposan.
Sebuah pertanyaan besar muncul mengenai mengapa begitu banyak makanan dibuang oleh masyarakat Jakarta? Dengan kondisi ekonomi Indonesia yang secara umum masih relatif rendah, makanan yang terbuang jadi sampah persentasenya seharusnya kecil, bahkan mendekati nol. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan gambaran tingginya komposisi makanan dalam sampah sebenarnya mencerminkan banyak hal, seperti pola konsumsi, tingkat ekonomi, dan juga perilaku masyarakat.
Di tengah kekhawatiran terkait ketahanan pangan bangsa yang amat rawan, banyaknya penduduk di bawah garis kemiskinan dengan gizi buruk di beberapa wilayah Indonesia, bahkan di sekitar Jakarta, besarnya jumlah makanan dalam sampah menceritakan sebuah ironi besar sebuah masyarakat. Untuk kondisi Jakarta, dalih banwa makanan itu menjadi sampah pada proses produksi dan lain-lain tidaklah tepat karena sampel penelitian diambil pada tingkatan konsumen. Kuat dugaan yang terjadi sebenarnya penyediaan makanan berlebih melampaui kebutuhan sehingga makanan itu tak dikonsumsi pada waktunya dan terbuang begitu saja.
Rantai pemanfaatan makanan kemudian berlanjut ke kelompok masyarakat bawah yang terpaksa memenuhi kebutuhan akan makanan dari sumber lain, yaitu dari tong sampah kelompok masyarakat lain yang lebih beruntung. Kisah dalam kitab suci agama Katolik tentang Lazarus yang memunguti remah sisa sang bangsawan berulang kembali dalam rentang waktu ribuan tahun kemudian. Besarnya jumlah makanan dalam sampah menjadi kenyataan yang sangat ironis ketika dikaitkan dengan beragam bentuk kebudayaan kita yang menempatkan makanan sebagai bagian yang suci dan harus dihormati. Bukankah agama apa pun mengajarkan kita berdoa sebelum makan sebagai tanda syukur dan penghormatan pada yang akan kita santap?
Paradigma 3R
Apakah persoalan banyaknya makanan dalam sampah kita tidak dapat dihindari? Dalam pengelolaan persampahan dikenal paradigm reduce, reuse, recycle (3R). Reduce berarti sampah harus benar-benar dikurangi dari sumber pembentukannya, kemudian diikuti reuse dan recycle yang berarti memanfaatkan dan mendaur ulang kembali sampah yang sudah terbentuk. Namun, dalam hal makanan dalam sampah, secara khusus yang harus dilakukan adalah mencegah sedapat mungkin terbuangnya makanan itu sendiri.
Tindakan ini tidak hanya secara etika dan budaya menempatkan makanan pada titik yang tepat, tetapi sesungguhnya juga menghemat berbagai sumber daya alam lain, seperti air, energy, dan pupuk, yang digunakan selama proses produksi makanan tersebut. Dalam sisi pemanfaatan makanan, nilai luhur para pendahulu kita menjadi sangat penting untuk diterapkan dan diajarkan kembali seperti puasa dan pantang, jangan menyisakan makanan apa pun di piring, berhenti makan sebelum kenyang, mengambil secukupnya saja, dan rajin berbagi. Jadi, kita bisa berharap satu hari bahwa Dewi Sri tidak menangis karena kita meninggalkan sebutir nasi di piring seusai makan.
kevin-carter-vulture-145C30B07202291FF0A.jpg
Anak kecil dan burung bangkai di tengah bencana kelaparan di Sudan, Maret 1993 (Kevin Carter)
GABRIEL ANDARI KRISTANTO
Program Studi Teknik Lingkungan, Departemen Teknik Sipil, Universitas Indonesia
Kompas, Sabtu, 14 Desember 2013

Thursday, 12 December 2013

Bahaya Lemak Perut

Lemak perut mencakup lemak visceral (melingkupi organ dalam perut) dan lemak subkutan (berada antara kulit dan dinding perut). Lemak yang terletak di belakang rongga perut, disebut lemak retroperitoneal, juga terhitung sebagai lemak visceral. Banyak penelitian yang mengindikasikan bahwa lemak visceral paling berhubungan erat dengan faktor resiko diabetes tipe 2. Beberapa penelitian juga menilai kalau lemak subkutan juga terlibat dalam resistensi insulin pada pria, tapi tidak pada wanita.
Lokasi dan jenis lemak perut (Sumber: Michigan Today)
Lemak tubuh atau jaringan lemak semula cuma dianggap sebagai gudang penyimpanan energi yang berlebih. Tapi penelitian menunjukkan bahwa sel-sel lemak, terutama sel lemak perut ternyata bersifat aktif secara biologis. Lebih dalam lagi, tumpukan lemak ini bisa dikatakan sebagai organ atau kelenjar endokrin yang memproduksi hormon dan bahan lain yang bisa mempengaruhi kesehatan. Salah satu hormonnya adalah leptin, yang normalnya cuma dilepas setelah makan untuk menurunkan selera makan. Sel lemak juga menghasilkan hormon adiponektin, yang diperkirakan mempunyai pengaruh pada respon sel terhadap insulin. Peran masing-masing hormon memang masih diuraikan para ilmuwan, tapi sudah jelas kalau lemak tubuh berlebih, terutama lemak perut, mengganggu kesetimbangan normal dan fungsi hormon-hormon tersebut.
Para peneliti juga mempelajari bahwa lemak dalam rongga perut (lemak visceral) memompa keluar bahan kimia yang berkaitan dengan sistem imun, sitokin, yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler dengan peningkatan resistensi insulin dan radang kronis tingkat rendah.
Satu alasan kuat mengapa lemak visceral sangat berbahaya adalah karena lokasinya yang dekat dengan vena portal, yang membawa darah dari area usus ke hati. Bahan-bahan yang dilepas oleh lemak visceral, termasuk asam lemak bebas, memasuki vena portal dan terbawa ke hati. Di hati ini asam lemak bebas bisa mempengaruhi produksi lemak darah. Lemak visceral juga secara langsung berhubungan dengan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (jahat) yang lebih tinggi, kolesterol HDL (baik) yang lebih rendah dan resistensi insulin.
Resistensi insulin artinya adalah otot tubuh dan sel hati tidak bisa merespon dengan baik kadar insulin normal. Sebagai akibatnya, kadar glukosa darah meningkat sehingga meningkatkan resiko diabetes. Bekerja sama dengan resistensi insulin, glukosa darah yang tinggi, lemak perut berlebih, kadar kolesterol yang di batas batas normal - termasuk kadar trigliserida tinggi, dan tekanan darah tinggi membentuk organisasi sindroma metabolik dengan visi-misi meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.
Karena bahaya lemak perut yang lebih tinggi daripada timbunan lemak di lokasi lain maka lingkar pinggang lebih dipilih menjadi tolok ukur obesitas daripada indeks massa tubuh (BMI). Cara pengukurannya bisa dengan meteran yang biasa digunakan untuk membuat baju. Titik pengukuran bisa dicari dengan menekan jemari pada batang tubuh di dekat bagian kanan pinggang untuk menemukan tulang dasar panggul. Selanjutnya jari dipindahkan sampai menemukan lengkungan atas tulang tersebut. Titik tertinggi akan terletak di sisi batang tubuh, hanya sedikit di bagian bawah tulang iga. Titik pengukuran ini berada di dekat atau pada level yang sama dengan pusar. Meteran selanjutnya diposisikan horizontal di titik atas tulang pinggul dan dilingkarkan seputar perut dan seluruh batang tubuh. Yang patut diingat selama pengukuran adalah jangan mengecilkan perut, harus berdiri tegak dan buang napasnya pelan-pelan saja.
Untuk pria, lingkar pinggang sebaiknya kurang dari 94 cm, sedangkan untuk wanita sebaiknya kurang dari 80 cm. Lingkar pinggang lebih dari 102 cm pada pria dan 88 cm pada wanita dikategorikan beresiko tinggi.
Referensi
Harvard Women's Health Watch (2006). Abdominal fat and what to do about it. Retrieved December 12, 2013, from http://www.health.harvard.edu/newsweek/Abdominal-fat-and-what-to-do-about-it.htm
Healthwise Staff (2011). Waist measurement. Retrived December 12, 2013, from http://www.webmd.com/diet/waist-measurement
Waine C (2002) Obesity and Weight Management in Primary Care. Oxford: Blackwell Science
Wake Forest University Baptist Medical Center (2006). Exercise Important In Reducing Size Of Abdominal Fat Cells. ScienceDaily. Retrieved December 12, 2013, from http://www.sciencedaily.com­ /releases/2006/08/060807154847.htm

Wednesday, 11 December 2013

Teh Hijau

Teh merupakan minuman yg sudah dikenal oleh penduduk bumi ini. Dari berbagai macam tipe teh setidaknya ada 3 kategori utama: teh hijau, teh oolong dan teh hitam. Teh hitam dibuat dari dengan cara melakukan fermentasi terhadap daun teh. Selama proses produksi teh hitam, sebagian besar senyawa-senyawa yg ada akan teroksidasi. Teh oolong dibuat dengan memfermentasi sebagian. Sedangkan teh hijau mengalami proses pengeringan untuk mencegah proses oksidasi lebih lanjut hingga zat yang terkandung tetap dalam kondisi utuh. Rasa teh hitam lebih nikmat ketimbang teh hijau karena mengalami proses fermentasi, tapi dari segi khasiat teh hijau lebih baik daripada teh hitam karena kadar antioksidan yg lebih tinggi. Fermentasi yg dialami teh hitam menurunkan kadar antioksidan dalam daun teh.

Kandungan
Teh hijau mengandung flavonoid khatekhin, yang dapat mencapai 30-50% bobot daun teh kering. Khatekhin berkhasiat utama dalam daun teh adalah (-)-epigalocatechin gallate (EGCG). Dari cara pembuatan beragam teh tersebut di atas ditemukan bahwa EGCG dalam teh hijau lebih tinggi daripada dalam teh oolong dan jauh lebih tinggi dari pada dalam teh hitam. (Lin et al, 2003). Teh hijau dan the oolong umumnya memiliki kadar EGCG 30-130 mg per cangkir (237 mL), sedangkan teh hitam hanya dapat mencapai 70 mg EGCG er cangkir (Sang et al, 2005). Penelitian di Jepang juga menyebutkan bahwa teh hijau dari Indonesia (Camellia sinensis var asamica) kandungan EGCG-nya lebih tinggi daripada the hijau Jepang (Camellia sinensis var sinenesis). Selain itu, teh hijau juga mengandung flavonol, tannin, mineral, asam amino bebas, dan metilxantin (kafein, teofilin, dan teobromin) (Mason, 2007).
Khasiat dan efek samping
Telah banyak bukti yg menyatakan secara in vitro bahwa khatekhin teh hijau memiliki peranan penting dalam melindungi tubuh terhadap penyakit degeneratif. EGCG dalam teh hijau memiliki banyak aktivitas, antara lain antikarsinogenik - mencegah kanker (Beltz et al, 2006; Fujiki et al, 2005; Spinella et al, 2006), antioksidan (Luximon-Ramma et al, 2006), antimikrobial (Paul et al, 2006; Watson et al, 2006), dan antidiabetes (Tsunekiet al, 2004). ECGC sebagai antioksidan 25x lebih kuat dari vitamin C dan 10x dari vitamin E.
Penelitian juga menunjukkan bukti konsumsi teh hijau berkaitan dengan penurunan resiko penyakit kardiovaskuler (Kuriyama, 2008). Salah satu indikasi orang yang memiliki resiko penyakit kardiovaskuler tersebut adalah mereka yang mengalami kelebihan lemak perut (abdominal fat). Sering kali perut yang membusung dianggap sebagai lambang kemakmuran. Memang benar karena mereka sangat banyak mendapat asupan energi berlebih dari makanan hingga akhirnya tertimbun menjadi lemak di perut. Abdominal fat adalah timbunan lemak yang jahat. Maka dari itu kita hendaknya berusaha mencegah atau menguranginya. Teh hijau telah terbukti mampu menurunkan abdominal fat ini (Nagao et al, 2007).
Konsumsi teh hijau juga dilaporkan berkaitan dengan kesehatan gigi yang lebih baik. Koyama et al (2010) melaporkan bahwa konsumsi satu cangkir atau lebih teh hijau per hari dapat menurunkan terjadinya gigi tanggal pada partisipan dengan usia 40-64 tahun. Penurunan resiko gigi tanggal ini tidak ditemukan teh oolong.
Di samping khasiat yang ada, perlu diperhatikan juga efek buruk jika mengkonsumsi teh hijau terlalu banyak. Efek seperti sembelit dapat terjadi. Ginjal dan hati juga dapat mengalami gangguan. Pemakaian yang dianjurkan 1-2 kali sehari satu cangkir, pagi atau sore. Direkomendasikan juga untuk tetap banyak meminum air putih untuk mengurangi efek samping tersebut.
Cara penyajian
Teh hijau sebaiknya diseduh dengan air bersuhu antara 80-90°C selama 1-2 menit. Cara mudah untuk mendapatkan air dengan rentang suhu tersebut bisa dilakukan dengan mendidihkan air kemudian diangkat dan didiamkan selama kurang lebih 3 menit. Penyeduhan yang terlalu lama dapat menyebabkan banyak tannin yang terlarut sehingga meningkatkan resiko sembelit.
Referensi
Beltz LA, Bayer DK, Moss AL dan Simet IM, 2006. Mechanisms of cancer prevention by green tea and black tea polyphenols. Anticancer Agent Med. Chem. 6(5): 389-406. (Abstract)
Fujiki H, Suganuma M, Matsuyama S, dan Miyazaki K, 2005. Cancer prevention with green tea polyphenols for the general population, and for patients following cancer treatment. Current Cancer Therapy Reviews 1: 109-114. (Full Text)
Koyama Y, Kuriyama S, Aida J, Sone T, Nakaya N, Ohmori-Matsuda K, Hozawa A, Tsuji I, 2010. Association between green tea consumption and tooth loss: cross-sectional results from the Ohsaki Cohort 2006 Study. Prev Med. 50(4):173-179. (Abstract)
Kuriyama S, 2008. The relation between green tea consumption and cardiovascular disease as evidenced by epidemiological studies. J Nutr. 138(8):1548S-1553S. (Full Text)
Luximon-Ramma A, Neegheen VS, Bahorun T, Crozier A, Zbarsky V, Datla KP, Dexter DT, Arouma OI, 2006. Characterization of the antioxidant functions of flavonoids and proanthocyanidins in Mauritian black teas.Biofactors 27(1-4):79-91. [Abstract)
Mason P (2007) Dietary Supplements, 3rd Ed. London: Pharmaceutical Press
Nagao T, Hase T, dan Tokimitsu I, 2007. A Green Tea Extract High in Catechins Reduces Body Fat and Cardiovascular Risks in Humans. Obesity 15:1473-1483. (Abstract)
Paul DS, Saroj S, Yukihiko H, dan Peter WT, 2006. Potentiation of Catechin Gallate-Mediated Sensitization ofstaphylococcus aureus to Oxacillin by Nongalloylated Catechins. Antimicrob. Agents Chemother. 50(2): 752-755. (Full Text)
Lin YS, Tsai YJ, Tsai JS, dan Lin JK, 2003. Factors affecting the levels of the polyphenols and caffeine in tea leaves. J. Agric. Food Chem. 51(7): 1864-73. (Abstract)
Sang S, Lambert JD, Ho CT, Yang CS. Green tea polyphenols. Dalam: Coates PM, Blackman MR, Cragg GM, Levine M, Moss J, White JD (Editor) Encyclopedia of Dietary Supplements. New York: Marcel Dekker, pp. 327-336
Spinella F, Rosano L, dicastro V, Decandia S, Albini A, Nicotra MR, Natali PG dan Bagnato A, 2006. Green tea polyphenol epigallocatechin-3-gallate inhibits the endothelin axis and downstream signaling pathways in ovarian carcinoma. Mol Cancer Ther. 5:1483-1492 (Abstract)
Tsuneki H, Ishizuka M, Terasawa M, Wu JB, Sasaoka T, Kimura I., 2004. Effect of green tea on blood glucose levels and serum proteomic patterns in diabetic (db/db) mice and on glucose metabolism in healthy humans.BMC Pharmacol. 26;4:18. (Abstract)
Watson JL, Vicario M, Wang A, Moreto M, mcKay DM, 2005. Immune cell activation and subsequent epithelial dysfunction by Staphylococcus enterotoxin B is attenuated by the green tea polyphenol (-)-epigallocatechin gallate. Cell Immunol. 237(1):7-16. (Abstract)

Sunday, 8 December 2013

Gangguan Tidur Bulan Purnama

Siklus bulan telah dibuktikan memiliki pengaruh terhadap terhadap ritme hidup beberapa organisme, terutama binatang laut. Namun apakah ada pengaruh bulan purnama terhadap manusia?
Tim penelitian Universitas Basel, Swiss, melaporkan dalam jurnal Current Biology di Juli 2013, bahwa ada keterkaitan antara siklus bulan terhadap kualitas tidur. Tim yang dipimpin Christian Cajochen tersebut menyebutkan bahwa bulan purnama dapat menyebabkan penurunan kualitas tidur.
Full-moon-night-sleep1.jpg
Pengujian yang dilakukan antara 17 Juni 2000 dan 2 Desember 2003 tersebut dilakukan terhadap 17 subyek berusia 20-31 tahun (9 wanita dan 8 pria) dan 16 subyek berusia 57-74 tahun (8 wanita dan 8 pria). Pemilihan subyek berdasarkan kriteria bukan perokok, kondisi sehat fisik dan psikis, tanpa konsumsi obat apa pun, dan memiliki pola tidur yang baik. Para subyek diisolasi dalam lingkungan laboratorium yang sangat terkendali, yang tidak memungkinkan mereka mendapatkan kontak visual dengan bulan dan tidak ada tanda-tanda waktu tiap harinya. Sebelum pengujian dijalankan, subyek dibiasakan memiliki pola tidur yang teratur selama seminggu.
Tim peneliti menemukan bahwa saat bulan purnama subyek rata-rata memerlukan waktu lima menit lebih lama untuk bisa tertidur, dengan waktu tidur 20 menit lebih pendek, dan penurunan deep sleep hingga 30%. Secara fisiologi, kadar hormon melatonin, yang berfungsi mengendalikan siklus tidur dan jaga, mengalami penurunan.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, antara 20 Oktober – 29 November 2002, tim Martin Röösli di Basel, Switzerland, melakukan penelitian kaitan siklus bulan dan pola tidur pada 31 subyek (18 wanita dan 13 pria). Hasilnya, pada bulan purnama ditemukan adanya penurunan waktu tidur 20 menit dibandingkan bulan baru.
Sedangkan penelitian yang dilakukan pada anak-anak berusia antara 9-11 tahun dari 12 negara menunjukkan hanya ada perbedaan 5 menit per malam lebih pendek waktu tidur saat bulan purnama dibandingkan bulan baru (Chaput et al, 2016).
Apa yang menyebabkan fenomena ini masih merupakan misteri, meskipun beberapa peneliti memberikan dugaan seperti gravitasi bulan atau ritme biologi internal tubuh. Prof Jim Home dari Sleep Research Centre, Universitas Loughborough, menyatakan efek tersebut kemungkinan disebabkan adanya jam sirkalunar internal dalam otak kita. Kemampuan ini bisa jadi merupakan bawaan nenek moyang manusia yang sangat tergantung pada cahaya bulan untuk membantu melihat saat malam. Waktu tidur yang lebih pendek saat bulan purnama membantu untuk berjaga terhadap predator atau pun memberikan kesempatan untuk mencari buruan. Sebagai contoh, Craig Parker, seorang pakar singa Universitas Minnesota, menyebutkan bahwa serangan singa terhadap manusia di Tanzania, sebagian besar terjadi pada saat malam gelap, dengan penerangan sinar bulan relatif sedikit. Jadi, bulan purnama membuat kesempatan kita menjadi hidangan santap malam singa saat berjalan-jalan di pedalaman Tanzania menurun.
Pustaka
Broyd B (2013) Blame the moon for bad sleep? WebMD Health News. Retrieved from http://www.webmd.com/sleep-disorders/news/20130726/moon-bad-sleep
Cajochen C, Altanay-Ekici S, Münch M, Frey S, Knoblauch V, Wirz-Justice A. Evidence that the lunar cycle influences human sleep. Curr. Biol. 23(15): 1485-1488
Chaput JP, Weippert M, LeBlanc AG, Hjorth MF, Michaelsen KF, et al (2016) Are children like werewolves? Full moon and its association with sleep and activity behaviors in an international sample of children. Front Pediatr. 4:24
Falk J (2011) Avoiding being a lion’s dinner by watching the moon. Medical News Today. Retrieved from http://www.medicalnewstoday.com/articles/231471
Morales S (2013) Full moon causes poorer sleep, study finds. CBC News. Retrieved from http://www.cbc.ca/news/health/full-moon-causes-poorer-sleep-study-finds-1.1322612
Paddock C (2013) Full moon affects not only werewolves but human sleep too. Medical News Today. Retrieved from http://www.medicalnewstoday.com/articles/263966
Röösli M, Jüni P, Braun-Fahrländer C, Brinkhof MW, Low N, Egger M. Sleepless night, the moon is bright: longitudinal study of lunar phase and sleep. J. Sleep Res. 15(2): 149-153, 2006
Riwayat revisi:
19 April 2016: penambahan hasil penelitian waktu tidur berdasarkan siklus bulan pada anak

Mandela dan Kebebasan

Oleh HAMID AWALUDIN
Kematian adalah otoritas absolut Ilahi yang penuh misteri, tetapi pasti. Allah, penguasa dan penentu segalanya, memberikan kepastian memanggil salah satu hamba terbaiknya, Nelson Mandela.
1559432Mandela11780x390.jpg
Hamba-hamba lain tak kuasa menahan kepergian sang tokoh dan legenda itu. Kita semua menangisi kepergiannya karena ia telah meninggalkan jejak dan karya agung yang amat monumental bagi peradaban manusia.
Abad XX diawali Revolusi Bolshevik di Rusia yang menaikkan komunis. Selama delapan dekade, terutama tatkala Stalin berkuasa, manusia jadi korban ideologi dan kekuasaan yang semena-mena. Lalu Hitler mengaum dan melumatkan sekian juta manusia. Di antara itu, ada Perang Dunia I dan II yang juga menewaskan jutaan manusia. Abad XX juga masih menyisakan kekejaman kaum colonial di berbagai belahan dunia. Sejarah kelam abad XX dilengkapi lagi oleh kekejian rezim Pol Pot di Kamboja, merenggut jutaan nyawa.
Moral anti-kekerasan
Menjelang paruh abad XX ini, sejarah memiliki Mahatma Gandhi yang muncul dengan gerakan anti-kekerasan (non-violent). Ajaran moral anti-kekerasan ini merupakan deklarasi sikap atas penolakan manusia yang disewenang-wenangi oleh kerakusan kekuasaan imperialis ketika itu. Lalu, prinsip ini diaplikasikan dalam bentuk gerakan boikot dan pembangkangan sosial. Kekerasan kolonial dihadapi dengan gerakan bisu sunyi melalui pemogokan massal. Dunia tersentak. Sejarah baru peradaban manusia menemukan tapak baru dalam menyiasati kehidupan manusia yang pelik akibat imperialisme. Menjelang berakhirnya abad XX, seorang tokoh hebat lain tampil memberi teladan tentang peradaban dan cara baru dalam menyiasati kepelikan dan persoalan hidup: Nelson Mandela.
Tatkala melangkahkan kaki keluar penjara yang mengurungnya selama 27 tahun atas prinsip yang diyakini kebenarannya (anti-apartheid), dunia menganggap ia mengguncang kekuasaan kulit putih yang mendera Afrika Selatan selama beberapa abad. Sebuah kekuasaan yang telah menyita usia muda sang tokoh. Dunia saat itu menanti amuk kapak balasan dari Mandela.
Ternyata dunia keliru duga ketika itu. Mandela justru memulai sebuah langkah yang sangat spektakuler. Sebelum melangkah keluar, ia ingin bertemu dulu dengan sipir penjara yang pernah mengencinginya. Ia memberi tahu sang sipir bahwa ia memaafkan dirinya dan semoga perlakuan itu tidak diulanginya lagi.
Di luar tembok penjara, di tengah jutaan warga kulit hitam yang mengusung dan menyanjungnya sebagai pembebas kaum kulit hitam, Mandela justru berjuang mengerem kebebasan itu agar tidak luar. Mandela justru menghadapi perjuangan baru, bagaimana meredam rasa dendam dan mengubur syahwat kekerasan atas nama keadilan. Mandela berhasil menggunakan kebebasan sebagai mesin pembangkit listrik, menyalakan lampu untuk menerangi kehidupan. Tidak menggunakan kebebasan sebagai aliran listrik yang menyengat dan membahayakan.
Dengan otoritas moral dan wibawa sang legenda, ia memimpin bangsanya keluar dari kemelut. Ia menawarkan cara penyelesaian soal yang beradab. Mandela menerapkan filosofi lama Afrika: Ubuntu, yang bermakna rekonsiliasi, pengampunan, cinta, dan berbagi. Slogan: “We forgive, but not to forget” menjadi slogan dunia. Memaafkan tentu saja bukan tanpa syarat. Mandela menghendaki adanya pengakuan kesalahan dan kekhilafan. Pengakuan atas kesalahan dan kekhilafan adalah sebuah hukuman tersendiri dan refleksi dari keinginan untuk tak melakukan hal yang sama di kesempatan lain. Oleh karena itu, harus dimaafkan.
Sikap Mandela ini membuka babak baru sejarah peradaban manusia. Tapak tentang cara menggunakan kebebasan untuk kehidupan damai dan harmoni. Bukan dengan kebebasan kita menciptakan tirani baru yang dibungkus label keadilan. Bagi Mandela, kebebasan adalah nilai yang harus diperjuangkan dengan harga apa pun, demi menciptakan harmoni dan kesamaan. “Freedom is a way where all persons live together in harmony and with equal opportunity,” katanya.
Kebebasan
Mandela sadar betul kebebasan yang diperolehnya bersama warna kulit hitam Afrika Selatan, tak boleh dipakai sebagai alat pembenaran untuk menindas kulit putih yang selain minoritas, juga sewenang-wenang. Ia tidak ingin rakyat Afrika Selatan didera kekerasan tanpa tepian. Ia tidak ingin rakyatnya terus-menerus dalam pusaran dan garis demarkasi antara “kami yang hitam” dan “mereka yang putih”. Karena itu, pilu masa silam sebaiknya diketepikan. Hasilnya, kekerasan dan amuk balas dendam kulit hitam dan kulit putih bisa dihindari. Afrika Selatan pun muncul sebagai negara paling maju di Benua Afrika. Kebebasan jadi lahan subur buat kehidupan harmoni dan kesejahteraan.
Saat keluar dari penjara, Mandela aman menyadari warga kulit hitam yang mengagumi dan mengidolakannya menunggu perintah sang pemimpin. Kesadaran itulah yang membimbingnya untuk memimpin bangsanya, terutama warga kulit hitam, agar menempuh jalan peradaban dalam menerima kebebasan yang berabad-abad diperjuangkannya. Mandela tahu betul, kebebasan adalah otonomi diri tertinggi. Ia manfaatkan otonomi dan otoritas itu memimpin ke arah yang konstruktif. “Freedom is to master my way and to be the captain of myself,” katanya suatu ketika.
Mandela menyebarkan kearifan tak tepermanai itu juga bagi kita di Indonesia. Tak lama setelah keluar dari penjara, tahun 1990, ia datang ke Indonesia dalam rangka peringatan Konferensi Asia Afrika. Ia berkunjung ke Bandung, kota penyelenggaraan konferensi yang menumbuhkan semangat persatuan dua benua yang berabad lamanya di bawah hegemoni kekuatan Eropa dan Amerika. Mandela yang mengaku terlecut oleh pidato-pidato menggugah Soekarno kaget tiada gambar sang tokoh di deretan foto-foto pemimpin Asia Afrika di Museum Asia Afrika.
Kearifan dan kebesaran hati Mandela di negerinya sungguh tidak menjadi cermin bagi pemimpin Indonesia saat itu. Kisah “foto yang hilang” di Museum Asia Afrika seakan mengabadikan dendam dan syak wasangka di hati pemimpin negeri ini.
Begitulah, Gandhi memimpin bangsanya dengan kemampuan kepemimpinan untuk meredam emosi dan kemarahan melalui gerakan anti-kekerasan. Mandela memimpin bangsanya untuk mengelola kebebasan dengan tema rekonsiliasi. Setelah sukses membebaskan bangsanya dari sistem apartheid, kini Mandela membebaskan diri dari segalanya. Selama jalan Mandela.
Kompas, Sabtu, 7 Desember 2013

Kepemimpinan Mandela

Oleh BUDIARTO SHAMBAZY
Nelson Mandela dibebaskan Minggu, 11 Februari 1990, pukul 16.15 waktu setempat dari Penjara Victor Verster di kota Paarl. Ia menjalani kehidupan di balik jeruji selama 27 tahun, 6 bulan, dan 6 hari di tiga penjara sejak 1962.
10-mandela2-AFPgt.jpg
Nelson Mandela dengan Betsie Verwoerd di Orania pada 1995
Ia divonis kukuman penjara seumur hidup karena memberontak terhadap supremasi kulit putih di Afsel. Saat ditangkap, 5 Agustus 1962 bersama tujuh pemimpin ANC lainnya, dakwaan sudah disiapkan: sabotase dan berkomplot menggulingkan pemerintahan yang sah melalui revolusi bersenjata.
Mula-mula, ia dikurung di penjara Pulau Robben di lepas pantai Cape Town. Berkat ketokohan dia, penjara ini menjadi semacam “universitas” bagi para pejuang kulit hitam.
Dari balik jeruji Mandela menggosok berbagai demonstrasi, termasuk di Soweto tahun 1976. Sejak 1982 sampai 1988, ia dipindahkan ke Penjara Pollsmor. Penjara ini pun gagal mengurung cita-citanya, hanya fisiknya semata.
Sejak di Pollsmor itulah Mandela mulai menarik perhatian dunia internasional. Tak sedikit tokoh dunia yang mengunjungi dia.
Menguatnya figur Mandela sebagai pejuang hak asasi universal membuat rezim apartheid Afsel ketakutan sendiri. Berulang kali dia ditawari kebebasan, tetapi selalu ditolak Mandela karena diembel-embeli berbagai syarat yang membuatnya harus jilat ludah sendiri.
Misalnya tahun 1985, Presiden Afsel Pieter Botha menawarkan pembebasan dengna syarat Mandela mesti mengecam kekerasan. Apa jawaban Mandela?
“Saya tidak mau dan tidak akan mau selamanya jika saya, Anda, dan rakyat tidak bebas sebebas-bebasnya. Kebebasan Anda dan kebebasan saya tidak bisa dipisahkan. Saya akan kembali,” demikian pidato Mandela yang dibacakan di hadapan demonstran di Soweto.
Botha takut sendiri. Agustus 1985, dia membebaskan Govan Mbeki, sejawat Mandela. FW de Klerk, presiden sementara, Agustus 1989, membebaskan pula Walter Sisulu, meninggalkan Mandela seorang di penjara.
Sejak itu Mandela diperlakukan sebagai tahanan istimewa, dipindahkan ke Penjara Victor Verster. Khusus untuk dia disediakan sebuah mesin faksimil, kolam renang, juru masak, dan berbagai fasilitas lain.
Laporan utama Time, 9 Juli 2008, ditulis Richard Stengel, penulis biografi Mandela, “Long Road to Freedom”. Ulasan Stengel dalam rangka HUT ke-90 Mandela, 19 Juli 2008.
Di sampul Time, Mandela berpose dengan kemeja batik dan ia memang dikenal sebagai promotor batik global tanpa honor. Pak Harto, atas nama Indonesia, rutin membantu dana perjuangan Mandela dan ANC.
Stengel mengulas “Delapan Prinsip Kepemimpinan Mandela”. Intinya, memimpin bukan berwacana karena talk is cheap.
Rolihlahla (Anak Bengal) tak pandai berpidato, lebih suka memberikan suri teladan, dan tak bangga dengan jam terbang dibui 27 tahun. Ia pengacara berbakat, gerilyawan pemberani, negarawan sejati, dan politikus ulung.
Stengel menempatkan watak pemberani dan tak kenal ragu sebagai prinsip pertama. Prinsip kedua, memimpin dair depan tanpa meninggalkan pendukung. Stengel mengibaratkan Mandela bukan tipe “penguyah permen karet” yang dengan cepat melepeh sehabis menikmati rasa manis.
“Jika bahaya mengancam, Anda harus berdiri paling depan. Dengan begitu, rakyat akan menghormati Anda,” kata Mandela.
Prinsip ketiga, pemimpin juga menggembala dari belakang. “Lebih baik memimpin dari belakang memercayai yang lain-lain di depan saat Anda merayakan kemenangan dan saat semua senang,” kata Mandela.
Prinsip keempat, pelajarilah musuh Anda. Prinsip kelima, mirip yang keempat, yakni jangan usir musuh-musuh Anda. Jika perlu, undang mereka, puji mereka, dan setelah tersanjung ambil keuntungan dari mereka.
“Jika Anda ingin berdamai dengan musuh Anda, Anda harus bekerja sama dengan musuh Anda. Dengan begitu dia menjadi mitra Anda,” kata Mandela.
Prinsip keenam, pemimpin harus tampil menarik dan selalu ingat kapan harus tersenyum. Senyum, body language, dan ucapan mesti sewajar mungkin. Mata rakyat kecil nyambung dengan hati sehingga mereka bisa membedakan pemimpin munafik dengan yang apa adanya.
“Pemimpin yang baik berdebat secara jujur dan mendalam, menyadari pada akhirnya dia dan yang dipimpin harus lebih dekat lagi. Anda tidak bisa begitu kalau arogan, palsu, dan tidak tahu apa-apa,” kata Mandela.
Mandela tak mau memakai seragam gerilyawan seperti pada masa perjuangan atau jas lengkap beberapa tahun terakhir. Ia memilih tampil sebagai “Bapak Bangsa” yang berbatik.
Prinsip ketujuh, dalam politik taka da hitam atau putih karena semuanya abu-abu. Prinsip kedelapan, mengundurkan diri juga bagian dari kepemimpinan.
Delapan prinsip ini bukan ilmu gaib yang cuma bisa dipelajari dari dukun, pusaka, atau arwah. Ilmu kepemimpinan ini sering diseminarkan, dibukukan, bahkan diterapkan.
Namun, berhubung bersumber dari kepemimpinan seorang Mandela, ia jadi tidak biasa. Ia pemimpin yang larger than life yang sukar ditiru oleh para pemimpin lain.
Sebab, ia membangun karisma, partai, dan tujuan sejak muda. Secara perlahan-lahan ia terbentuk sebagai pemimpin yang memiliki kredibilitas karena berjuang penuh pengabdian, tanpa pamrih, dan rela berkorban.
Ucapan Mandela yang paling terkenal adalah, “Di negara saya, kami masuk penjara dulu, baru jadi presiden.”
Selamat jalan Rolihlahla!

Kompas, Sabtu, 7 Desember 2013